Breaking

Minggu, November 29, 2020

Toyota Kijang dari Generasi ke Generasi

Interaktif , Informasi , Dunia Internet, Otomotif







Toyota Kijang generasi 1 (perdana ) 


Toyota Kijang diluncurkan pada Pekan Raya Jakarta 1977 dengan disaksikan oleh Presiden RI, Soeharto, dan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, yang mana pada saat itu terdapat keraguan dari para perancangnya tentang apakah Toyota Kijang dapat diterima oleh pasar Indonesia. 

Keraguan tersebut disebabkan karena Mitsubishi Colt merupakan jenis kendaraan yang mendominasi pasar mobil minibus di Indonesia pada saat itu. Toyota Kijang menerapkan konsep pick up dengan bentuk kotak mendasar. Model ini sering dijuluki "Kijang Buaya" karena model buka-tutup kap mesin depan pada hidung mobil (bonnet) yang mirip dengan mulut buaya apabila kap mesin depan sedang dibuka. Kijang generasi perdana ini diproduksi sejak 1977 hingga 1981.


Pada awal peluncurannya, total produksi Toyota Kijang hanya berjumlah 1.168 unit. Kemudian, perlahan-lahan, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit pada tahun 1978. Jumlah produksi Toyota Kijang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kehadiran Toyota Kijang sebagai kendaraan multifungsi/serbaguna yang mudah perawatannya membuat permintaan terus meningkat. 
Toyota Kijang Generasi I ini tersedia dalam 3 jenis yaitu : Pick Up ,Semi Pick Up dan Minibus (MPV),sehingga memberikan gaya tarik tersendiri kepada calon konsumen di Indonesia.
Model Toyota Kijang KF10 nyaris berbentuk mirip dengan kotak buah yang ditempeli dengan 4 buah roda dan jendela yang ditutupi dengan kain terpal pada sisi-sisi pinggirnya. Rancangan awal kendaraan ini sangat sederhana. Toyota Kijang ini memiliki pintu yang seolah-olah ditempelkan begitu saja dengan badannya, dengan engsel pintu yang mirip engsel pintu rumah yang berbunyi mendecit bila dibuka. Terlebih lagi, pada saat itu, pintu mobil tidak dilengkapi kunci maupun alarm sebagai sistem keamanannya, meski pada generasi selanjutnya yang sudah dimodifikasi dilengkapi dengan kunci pintu serta engkol pintu yang masih mirip pintu rumah serta kaca pada pintu mobil.
 


Toyota Kijang Pick Up Generasi I
 


Toyota Kijang Semi Pick Up Generasi I





Posisi pengemudi pada Toyota KF10 terletak terlalu menengah dengan tongkat perseneling untuk transmisi mesin yang sulit dijangkau. Mesin yang digunakan adalah mesin Toyota Corolla pada zamannya dengan tipe 3K berkapasitas 1200 cc dengan transmisi 4 percepatan. Setelah sukses dengan model bak terbuka (pick up), maka pada tahun 1980, Toyota Kijang mulai dimodifikasi menjadi mobil penumpang, terutama yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan karoseri mobil sebagaimana halnya mobil-mobil terbaik pada masa itu, yang mana rancangan bodi tidak ditangani oleh pabriknya secara langsung. Sebagai contoh, mobil ini digunakan sebagai angkutan umum di Palembang dan Balikpapan. Selain itu, Toyota KF10 juga memiliki beberapa versi internasional seperti Tamaraw di Filipina dan Stallion di Afrika Selatan.

Toyota Kijang Generasi II 

Toyota Kijang Generasi II keluar pada 1981 hingga 1986 dengan varian yang belakangan dikenal di publik dengan sebutan "Toyota Kijang Doyok".
 

Toyota Kijang Pick Up Generasi II (versi pertama)




 

Toyota Kijang Pick Up Generasi II (versi terakhir)

 

Toyota Kijang Minibus (versi awal)



Toyota Kijang Minibus Generasi II (versi terakhir)


Toyota Kijang Generasi II ini atau "Kijang Doyok" menurut para komunitas Kijang setidaknya punya beberapa seri yang jumlahnya bisa mencapai 16 seri di antaranya: Kijang Namosco, Kijang Sika, Kijang Alfa, Kijang Super Patria, Kijang Patria, Kijang Mira, Kijang Mon Ami, Kijang Super Spirit, Kijang Spirit, Kijang Super Lion, Kijang Tama, Kijang Taruna, Kijang Tamara, Kijang Beta, Kijang Turangga serta Kijang Targa GT.



Toyota Kijang Generasi III

Menurut Toyota, Kijang Generasi ke-3 dianggap sebagai generasi emas dalam sejarah kiprah Toyota Astra Motor (TAM) di Indonesia. Penjualannya telah mencapai 500.000 unit lebih selama 10 tahun produksi. Dari mobil inilah Kijang dikenal luas hingga ke pelosok daerah hingga membuat harga bekas mobil ini masih tergolong stabil dari tahun ke tahun.


Toyota Kijang Pick Up Generasi III








Pada generasi ini, konsep Kijang sebagai kendaraan angkut mulai bergeser sebagai kendaraan penumpang sekalipun banyak Kijang generasi sebelumnya juga dimodifikasi sebagai kendaraan penumpang. Pada generasi ini juga masih terdapat varian pick up, meski tidak lagi menjadi konsep utama Toyota Kijang seperti generasi sebelumnya. 
Di zaman/masa ini, bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang Built Up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra di mana Kijang menjadi pilihan kuat konsumen saat itu. 

Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Super Kijang dan Grand Extra dengan memiliki life cycle cukup panjang (lebih dari satu dekade) dibandingkan generasi sebelumnya.

Desain mobil ini memiliki bentuk lebih manis dan halus dibandingkan generasi lalu yang kaku mirip kotak sabun. Teknologi full pressed body diperkenalkan untuk menekan penggunaan dempul dalam proses pembuatannya hingga 2–5 kg dempul per mobil. Mesin pada awal generasi ini masih memakai tipe 5K namun memiliki daya kuda (horse power) yang lebih tinggi yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisinya menjadi 5 speed untuk varian Deluxe, dan 4 speed untuk varian Standard & Pick Up.
Pada generasi ketiga ini, Toyota Kijang memiliki varian yang cukup luas. Varian Commando, dan Ranger. varian Commando sebagai ciri Toyota kijang ini memiliki '4 pintu' dengan pilihan:

Commando LSX (KF50: 5 speed, Rem cakram depan).
Commando SSX (KF40: 5 speed, Rem cakram depan).
Commando LX (KF50: 4 speed).
Commando SX (KF40: 4 speed)


Toyota Kijang Generasi IV (Kijang Kapsul)

Setelah bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interiornya menjadi lebih aerodinamis pada tahun 1997. Model ini akrab dipanggil "Kijang Kapsul". Total varian awalnya mencapai 18 model dengan pilihan sasis (panjang/pendek) dan mesin yang berbeda (bensin/diesel).



Toyota Kijang Generasi IV  (Minibus)



Toyota Kijang Generasi IV (Pick Up)
 

Mulai Kijang generasi keempat ini, dominasi Jepang semakin besar. Kalau sebelumnya Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak menggunakan karoseri. Pada generasi ini sudah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan desain pada masanya. Pada Kijang yang dikenal sebagai Kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua tipe mesin yakni Mesin bensin 1800cc (tipe 7K) seperti generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2400cc (tipe 2L) tanpa turbo milik Toyota HiAce yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang saat itu mendominasi pasaran Indonesia.


Pada Kijang versi tahun 1997 - 1999, mesin bensin masih menggunakan karburator, barulah pada tahun 2000, tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection (EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, yaitu 7K-E dengan kapasitas 1800cc bertenaga 80 hp dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc bertenaga 100 hp yang diambil Dari Toyota Hilux. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih jika dibandingkan dengan mesin 7K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran Indonesia karena konsumsi bahan bakarnya yang dinilai lebih boros dibandingkan dengan tipe 7K-E. Kijang 2000cc ini hanya terdapat pada tipe SGX, LGX, dan Krista. Untuk tipe LX, SX, dan pick-up keluaran 1997 - 1999, masih menggunakan transmisi manual 4 percepatan, sedangkan model lainnya menggunakan transmisi manual 5 percepatan.


Perubahan mesin ini dinamai New Kijang EFI dengan mengubah desain lampu menjadi "lampu kristal" yang menghilangkan lampu kabut built-in yang terdapat pada tipe LGX/SGX sebelumnya. Lampu model ini juga terdapat pada lampu belakang, desain bumper baru, dan juga desain velg roda yang berbeda serta seatbelt (sabuk keselamatan) pada jok penumpang bagian tengah (varian SSX/LSX dan SGX/LGX). Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya. Opsi velg alloy racing 15" bermerek Enkei tersedia untuk varian LSX dan SSX. Facelift terakhir mengubah bentuk lampu depan, lampu belakang diberi hiasan ala Toyota Land Cruiser, bumper desain baru, kelir interior baru, desain setir baru serta menghilangnya varian Diesel tipe sasis pendek dan varian mesin 1800cc untuk tipe Krista.


Pada versi Kijang Kapsul selain terdapat varian SX, SSX, SGX (sasis pendek) LX, LSX, LGX (sasis panjang) dan pick up, ada juga varian Krista (berbasis varian LGX) dengan tambahan over fender, warna body two tone dan interior lebih mewah dari LGX/SGX serta Rangga (berbasis varian SSX) dengan tambahan over fender, warna body two tone dan ban serep ala jip yang dipasang menempel pada pintu belakang. Krista menggunakan sasis panjang, sedangkan Rangga menggunakan sasis Pendek. Pada generasi ini tipe karoseri RoverAce (umumnya berbasis sasis pendek) dan Jantan Raider (umumnya berbasis sasis panjang) juga masih diproduksi beberapa unit. Diproduksi juga Kijang dengan penggerak empat roda (4x4) dengan basis LGX untuk pasar Afrika (Toyota Condor, 2000-2005). Model ini mengadopsi fitur yang jauh lebih lengkap, bahkan airbag pengemudi dan AC climate control pun telah tersedia. Mesinnya sama dengan pasar lain, namun khusus pasar Afrika ditawarkan mesin diesel 3000cc 5L pada varian 4x4.


Pada generasi keempat inilah Kijang mulai diekspor ke mancanegara dengan berbagai nama, kecuali untuk Brunei Darussalam yang tetap menggunakan nama Kijang, yaitu Malaysia dan Singapura (Toyota Unser), Filipina (Toyota Revo), Taiwan (Toyota Zace surf), Vietnam (Toyota Zace) dan Afrika Selatan (Toyota Condor 4x4)


Setelah Toyota Kijang Kapsul Minibus digantikan oleh Toyota Kijang Innova pada tanggal 13 September 2004,[9] Toyota Kijang Kapsul Pickup 1.800cc masih diproduksi hingga awal tahun 2007,[10][11] dan Toyota Hilux Single Cabin 2.0 VVT-i diluncurkan sebagai penerus Toyota Kijang Kapsul Pickup 1.800cc untuk memenuhi standar emisi Euro 2


Toyota Kijang Generasi V  (Innova)

Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa "Kijang") kecuali Brunei Darussalam. Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya. Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicle atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang Innova lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama di bagian depan kendaraan, di mana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam seperti pada model-model sebelumnya.

Toyota Kijang Generasi V  (Innova)

Toyota Kijang Generasi V  (Innova)


Konsep Produksi
Model ini dikeluarkan oleh Toyota Astra Motor pada tahun 2004, yang dipasarkan dengan konsep mobil keluarga jenis MPV (Multi Purposes Vehicle) masa kini, dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis beserta kenyamanan setaraf dengan sedan mewah. Posisi pengendaraan lebih akurat, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen yang lebih user friendly. Generasi ini menerapkan Mesin VVT-i 2000 cc dengan jenis 1TR-FE berkatup 16 DOHC dengan tenaga yang jauh lebih besar daripada Kijang bensin generasi sebelumnya, yaitu sebesar 136 hp, sedangkan untuk varian dieselnya menerapkan mesin diesel 2500 cc berkode 2KD-FTV dengan turbocharger dan sistem penyaring solar Common Rail Direct Injection, memiliki tenaga sebesar 102 hp, menggantikan jenis K/RZ Dan L pada generasi sebelumnya. Kijang generasi ini dirancang dengan sistem Direct Ignition System (DIS) dan merupakan penerapan dari teknologi pedal gas tanpa kabel atau Throttle Control System-Inteligent dan dilengkapi oleh mesin membujur dengan penggerak roda belakang (Rear Wheel System).

Penyempurnaan Produksi
Menggunakan Suspensi Independen Double Wishbone dengan per keong pada bagian depan (Coil Spring) dan 4-link Lateral Rod Rigid Axle pada bagian belakangnya, Kijang generasi ini dapat meredam guncangan lebih nyaman. Sasis masih menggunakan Ladder Bar namun beban suspensi dapat didistribusikan secara merata ke seluruh bagian badan mobil sehingga Body Roll dan tingkat Pitching semakin kecil atau sudut geometri suspensi lebih handal daripada kijang generasi sebelumnya karena titik jatuh suspensi yang lebih akurat berbanding antara panjang dan lebar mobil.

Penyempurnaan lain terdapat di bagian kemudi. Pengendara dapat lebih akurat mengarahkan kemudi di setiap tikungan. Stabilitas arah kemudi lebih handal karena menggunakan model Rack-and-Pinion dengan Engine Speed Sensing Power Steering sehingga mobil mudah dikendalikan dalam kecepatan 120 km/jam pada tikungan S maupun belokan memutar 270 derajat sekalipun. Kijang generasi ini mengusung dua jenis transmisi, baik yang menggunakan transmisi otomatis maupun transmisi manual. Beberapa teknologi pada Kijang Innova yang tidak ditemui pada generasi sebelumnya menurut klaim Toyota Astra Motor adalah:

Mesin dengan VVT-i
VVT-i atau Variable Valve Timing Intelligent berupa controller yang dipasang di bagian chamshaft intake yang bertugas untuk mengatur Timing Chamshaft Intake dan menyesuaikan terhadap perubahan kondisi mesin. Berbagai sensor mesin lainnya (suhu, rem, gas, dan lain-lain) bertugas memberikan informasi kepada ECU (Engine Control unit) agar dapat melakukan pengukuran konsumsi jumlah bahan bakar dengan udara yang diperlukan Injector dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dari proses tersebut. Dengan penerapan metode ini, dapat menghasilkan proses pembakaran yang relatif lebih efisien. Kondisi tersebut dimungkinkan karena proses konsumsi bahan bakar dikerjakan dengan lebih sempurna, sesuai dengan kebutuhan mesin, dan pada akhirnya menghasilkan sisa emisi gas buang yang lebih rendah.

Mesin Diesel D4D
D4D atau juga disebut Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection. Mesin ini menggunakan sistem injeksi Commonrail di mana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar (fuel filter) agar dapat menghasilkan kualitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas buang yang sangat rendah. Bahan bakar ditekan pada jalur sebelum injektor Piezo dengan tekanan tinggi sebelum ECU memerintahkan untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Sistem commonrail akan mengatur laju tekanan bakan bakar secara elektronik, baik dari sisi banyaknya maupun waktu penyemprotan bahan bakar. Bahan bakar disemprotkan melalui injektor berlubang 6 dengan diameter 0.14 mm. Pada mesin ini terdapat ECU 32 bit yang berfungsi sebagai sensor utama mesin. Keunggulan mesin ini adalah akselerasi & performa yang optimal, beserta tingkat getaran & suara mesin yang lebih halus yang dapat dihasilkan beserta dengan tingkatan jumlah emisi gas buang yang lebih rendah.

Immobilizer
Mobil ini dilengkapi dengan Theft Deterrent System yang biasa disebut Engine Immobilizer System. Fitur ini mencegah mesin hidup apabila kode ID kunci tidak sesuai dengan yang terdapat di ECU. Sistem ini menggunakan Chip Transponder pada setiap anak kuncinya. Di mana coil yang dipasang pada setiap rumah kunci, amplifier dan Transfonder Key ECU, akan menolak menyalakan mesin apabila kode ID yang didapatkan tidak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai contoh apabila mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.

Single Belt
Penggunaan Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.

Pedal Gas Elektronik
Sistem pedal gas elektronik (Electronics Throtle Control System ETCS-i) membuat generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah setiap gerak mekanik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, di mana ECU akan menghitung setiap pembukaan throttle valve lewat motor penggeraknya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk setiap kondisi jalan.

Bila terjadi malafungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.

Sensor Ultrasonik
Sensor ini digunakan untuk memudahkan pengendara saat parkir, sensor ini terletak di bumper belakang yang akan memberikan peringatan kepada pengendara apabila mendekati benda atau rintangan dengan radius deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22–82 cm.

Toyota Kijang Generasi VI  (All New Kijang Innova)


All New Kijang Innova diluncurkan pada tanggal 23 November 2015 di Hotel Fairmont, Jakarta. Kijang generasi keenam ini dipasarkan dengan 3 varian utama, yaitu G sebagai varian paling murah, V sebagai varian menengah, dan Q sebagai varian tertinggi, Venturer sebagai varian sport. Untuk varian G dan V memiliki 2 pilihan mesin, yaitu mesin bensin 2.000cc berkode 1TR-FE dengan teknologi Dual VVT-i dan mesin diesel 2.400cc berkode 2GD-FTV dengan intercooler dan VNT, sementara untuk model Q hanya memiliki 1 pilihan mesin, yaitu mesin bensin 2.000cc 1TR-FE. Ada pula varian Venturer, yang merupakan versi sport dari Kijang generasi ini, meskipun menghilangkan emblem Kijang di mana digantikan dengan logo Venturer. Dan warna merah yang tidak bisa Anda temukan di Kijang biasa.


Toyota Kijang Generasi VI

Toyota Kijang Generasi VI

Toyota Kijang Generasi VI


Fitur

Mesin
Mesin dengan 1TR-FE Dual VVT-i
Mesin dengan 2GD-FTV Turbodiesel
Sistem Immobilizer
Mobil ini dilengkapi dengan Theft Different System yang biasa disebut Engine Immobilizer System untuk tipe V hingga Venturer. Fitur ini mencegah mesin hidup apabila kode ID kunci tidak sesuai dengan yang terdapat di ECU. Sistem ini menggunakan Chip Transponder pada setiap anak kuncinya. Di mana coil yang dipasang pada setiap rumah kunci, amplifier dan Transfonder Key ECU, akan menolak menyalakan mesin apabila kode ID yang didapatkan tidak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai contoh apabila mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.

Keamanan
ABS
ABS atau anti-lock braking system, mencegah roda mengunci saat pengereman, bahkan pada pengereman ekstrem sekalipun.

EBD
EBD adalah Electronic braking distribution. Di mana perangkat komputer akan membagi beban pengereman yang bervariasi tergantung kebutuhan tiap roda.

Vehicle Stability Control
Teknologi komputer yang membantu untuk menstabilkan kendali mobil jika terjadi understeer atau oversteer dengan cara mengerem roda secara individual hingga mobil dapat dikendalikan (hanya pada tipe Q dan Venturer diesel dan semua tipe untuk facelift).

Hill Assist Control
Teknologi yang menahan mobil di jalan menanjak selama beberapa detik, sembari kaki pengemudi berpindah dari pedal rem ke pedal gas (hanya untuk tipe Q dan Venturer diesel dan semua tipe untuk facelift).

Single Belt
Penggunaan Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.

Telescopic Steering Wheel
Pengaturan setir yang bisa diatur jauh-dekatnya sesuai postur badan pengemudi (semua tipe).

Pedal Gas Elektronik
Sistem pedal gas elektronik (Electronics Throtle Control System 'ETCS-i') membuat generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah setiap gerak mekanik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, di mana ECU akan menghitung setiap pembukaan throttle valve lewat motor penggeraknya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk setiap kondisi jalan.

Bila terjadi malafungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.

Ultrasonic Parking Sensor
Sensor ini digunakan untuk memudahkan pengendara saat parkir di tempat, sensor ini terletak pada bumper belakang yang akan memberikan peringatan kepada pengendara apabila mendekati benda atau rintangan dengan radius deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22–82 cm.

Shark Fin Antenna
Antenna radio yang terpasang di atap mobil yang berbentuk seperti sirip hiu untuk membantu aerodinamika.

Nah ... itulah ringkasan tentang generasi Toyota Kijang yang beredar secara resmi pasar mobil Indonesia ,semoga bermanfaat dan kita tunggu kemunculan Toyota Kijang Generasi ke VII (ketujuh).

Description: Toyota Kijang dari Generasi ke Generasi Rating: 3.5 Reviewer: Ferry Anas ItemReviewed: Toyota Kijang dari Generasi ke Generasi